Pada tanggal 31 Mei 2024, hari kelima dari rangkaian kegiatan Lex Proficia 2024 kembali menghadirkan dua sesi diskusi yang sangat informatif dan relevan. Dilaksanakan secara online melalui platform Zoom, acara ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang yang antusias mendalami isu-isu kelautan.

Sesi Pertama: “Sea Level Rise, Ocean Acidification, and BBNJ”

Sesi pertama dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan tema “Sea Level Rise, Ocean Acidification, and BBNJ”. Pembicara dalam sesi ini adalah Dr. Constantinos Yiallourides, LL.B., LL.M. dan Achmad Gusman S, S.H., LL.M., Ph.D., dua pakar yang diakui dalam bidang hukum dan kelautan. Dr. Constantinos Yiallourides membuka sesi dengan presentasi bertajuk “ITLOS Advisory Opinion on Climate Change: Protecting the World’s Oceans from Catastrophic Climate Change through UNCLOS”. Beliau memaparkan pandangan International Tribunal for the Law of the Sea (ITLOS) mengenai perubahan iklim dan bagaimana Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) dapat digunakan untuk melindungi lautan dunia dari dampak buruk perubahan iklim. Dr. Yiallourides menekankan pentingnya pendekatan hukum internasional dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Achmad Gusman S. kemudian melanjutkan dengan materi “Sea Level Rise, Ocean Acidification, and BBNJ: The Indonesian Perspectives”. Beliau menjelaskan dampak kenaikan permukaan laut dan asidifikasi laut terhadap Indonesia, sebagai negara kepulauan yang sangat rentan. Achmad Gusman juga membahas mengenai keanekaragaman hayati di luar yurisdiksi nasional (BBNJ) dan bagaimana Indonesia berperan dalam perjanjian internasional untuk melindungi keanekaragaman hayati laut. Diskusi yang interaktif terjadi setelah presentasi utama, dengan banyak pertanyaan dari peserta mengenai kebijakan, regulasi, dan langkah konkret yang dapat diambil untuk menghadapi masalah yang dibahas. Kedua pembicara memberikan jawaban yang komprehensif dan mendalam, memperkaya pemahaman peserta tentang isu-isu ini.

Sesi Kedua: “Marine Security and Defense”

Sesi kedua dimulai pada pukul 13.30 WIB dengan tema “Marine Security and Defense”, menghadirkan tiga pembicara terkemuka: Assoc. Prof. Dr. Lowell Bautista, LL.B., LL.M., Dr. Connie Rahakundini Bakrie, M.Si, dan Rear Admiral Kresno Buntoro, LL.M., Ph.D. Dr. Lowell Bautista membuka sesi dengan membawakan materi “Maritime Autonomous Surface Ships and Transnational Crimes at Sea”. Beliau menjelaskan tentang kapal permukaan otonom maritim (MASS) dan bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk mengatasi kejahatan transnasional di laut. Lowell Bautista menekankan pentingnya regulasi yang jelas dan kerjasama internasional untuk memastikan keamanan dan keadilan di laut.

Dr. Connie Rahakundini kemudian membahas topik “Marine Security and Defense”, menguraikan strategi pertahanan maritim dan tantangan yang dihadapi dalam menjaga keamanan laut. Beliau menekankan perlunya modernisasi angkatan laut dan pentingnya teknologi dalam mendukung operasi keamanan laut. Rear Admiral Kresno Buntoro melengkapi sesi ini dengan materi “LOSC: Recent Development, Nusantara, Passage Regimes & Maritime Security”. Beliau membahas perkembangan terbaru dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (LOSC), termasuk rezim lintas dan keamanan maritim, serta peran Nusantara dalam konteks ini. Rear Admiral Kresno memberikan gambaran tentang bagaimana Indonesia mengimplementasikan LOSC dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah lautnya.

Diskusi interaktif yang menyusul presentasi ini sangat dinamis, dengan banyaknya pertanyaan dari peserta mengenai strategi pertahanan, kerjasama internasional, dan inovasi teknologi dalam keamanan laut. Ketiga pembicara memberikan jawaban yang mendetail dan berdasar pada pengalaman praktis mereka, memberikan wawasan berharga bagi peserta. Acara hari kelima Lex Proficia 2024 ini diakhiri dengan penutupan oleh moderator yang menyampaikan apresiasi kepada para pembicara dan peserta atas partisipasi aktif mereka. Diskusi ini diharapkan dapat mendorong tindakan nyata dalam mengatasi tantangan kelautan dan keamanan maritim.