Orasi Ilmiah Warnai Peringatan Dies Natalis ke-69 Fakultas Hukum Undip

Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip) menyelenggarakan kegiatan Orasi Ilmiah dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-69 pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Fiat Justicia, Gedung Samiadji Soerjotjaroko, S.H., Fakultas Hukum Undip, dan dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tamu undangan.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus pemaparan capaian Fakultas Hukum Undip oleh Dekan FH Undip, Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Dekan FH Undip menyampaikan berbagai capaian strategis fakultas dalam bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan jejaring nasional dan internasional sebagai bagian dari komitmen FH Undip dalam mewujudkan institusi pendidikan hukum yang unggul dan berdaya saing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Diponegoro yang sekaligus membuka acara secara resmi melalui pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-69 FH Undip. Suasana semakin khidmat dengan pemutaran video ucapan selamat Dies Natalis dari berbagai universitas mitra sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi.

Memasuki agenda utama, Orasi Ilmiah pertama disampaikan oleh Dr. Amalia Diamantina, S.H., M.Hum., dengan judul “Statelessness, Hak Asasi Manusia, dan Kedaulatan Negara: Quo Vadis Perlindungan Kewarganegaraan di Indonesia.” Dalam orasinya, Dr. Amalia mengulas tantangan perlindungan kewarganegaraan di Indonesia dari perspektif hak asasi manusia dan kedaulatan negara di tengah dinamika global.

Orasi Ilmiah pertama tersebut diselingi dengan persembahan lagu dari mahasiswa FH Undip yang menambah nuansa kebersamaan dan kebanggaan sivitas akademika dalam peringatan Dies Natalis ke-69.

Selanjutnya, Orasi Ilmiah kedua disampaikan oleh Dr. Umi Rozah, S.H., M.Hum., dengan judul “Pergeseran Paradigma Pemidanaan dalam Sistem Pemidanaan KUHP 2023 (Dari Pembalasan kepada Kemanusiaan Berkeadilan).” Orasi ini menyoroti perubahan mendasar paradigma pemidanaan dalam KUHP 2023 yang menekankan nilai kemanusiaan, keadilan, dan restorasi dalam sistem hukum pidana nasional.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Dekan FH Undip sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan pencapaian Fakultas Hukum Undip selama 69 tahun. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Guru Besar paling senior FH Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., dan dilanjutkan dengan penyerahan kepada Dosen paling muda, Stephanie Apsari Putri, S.H., M.H., Ph.D., sebagai simbol kesinambungan generasi akademik di Fakultas Hukum Undip.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan kenang-kenangan dan sertifikat purna tugas kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah memasuki masa purnabakti, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka kepada FH Undip.

Acara Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-69 FH Undip ditutup dengan pembagian doorprize serta makan siang bersama seluruh peserta, yang semakin mempererat kebersamaan dan kekeluargaan sivitas akademika Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.